Senin, 21 Maret 2011

PEMANFAATAN SUMBERDAYA DANAU TOWUTI SEBAGAI PERAIRAN UMUM

13._Ir._Zakaria_M.Si_Dinas_Kelautan_dan_PerikananDanau Towuti merupakan salah satu danau yang masuk ke dalam kompleks Danau Malili yang melingkupi 4 (empat) danau yaitu Matano, Mahalona, Massapi dan Towuti dimana Danau Towuti adalah merupakan danau terbesar. Dikatakan kompleks Danau Malili karena ke-empat danau tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya sehingga mempunyai ekosistem yang mirip, terutama pada jenis biota perairan yang hidup di dalamnya. Mengingat Danau Towuti termasuk kawasan sumberdaya alam yang dilindungi atau Kawasan Konservasi, maka pengelolaannya berada di bawah kendali Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), dengan demikian segala aktivitas yang berlangsung di sekitar dan/atau didalamnya harus mengacu pada konsep konservasi.

Dalam konteks pemanfaatan di sektor perikanan, Danau Towuti termasuk danau yang cukup potensial dengan sumberdaya perikanan dengan berbagai jenis biota perairan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu berbagai jenis ikan (29 spesies), kepiting (3 spesis), udang (13 spesis) dan siput air tawar (9 spesies) yang bersifat endemik artinya hanya terdapat di kompleks Danau Malili.

Untuk menjaga kelestarian biota perairan yang bersifat endemik atau spesifik tersebut, berbagai penelitian telah dilakukan oleh peneliti baik peneliti lokal, nasional maupun asing. Namun, para peneliti tersebut pada umumnya tidak menyampaikan atau mempublikasikan hasil penelitian yang mereka lakukan kepada publik khususnya kepada seluruh pihak yang terkait di Kabupaten Luwu Timur. Salah satu Tim Peneliti yang telah melakukan penelitian di Danau Towuti adalah Tim Peneliti dari LIPI yang diketuai oleh Dr. Ir. Syahroma Husni Nasution, M.Si dengan anggota yaitu Dr. Ir. Dede Irving Hartoto, APU dan beberapa anggota tim lainnya telah mempresentasikan hasil penelitian mereka di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Timur dalam hal co-manajemen Danau Towuti.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Timur, Ir. Zakaria Bakrie, M.Si, substansi penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti LIPI adalah pelibatan masyarakat sekitar danau sebagai pemangku kepentingan untuk mengelola danau agar dapat memetik manfaat yang optimal dan berkesinambungan (substainable benefit). Pendekatan yang digunakan adalah kearifan lokal yang bersumber dari nilai-nilai agama dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat lokal pesisir danau. Hasil bimbingan Tim Peneliti LIPI bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu Timur adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat nelayan di sekitar Danau Towuti tentang pentingnya kelompok dalam sistem co-manajemen, dimana kelompok akan berperan aktif dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan yang mereka lakukan dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Salah satu contoh perubahan fundamental yang terjadi pada kelompok nelayan di sekitar Danau Towuti adalah mereka telah menerapkan konsep produksi optimum, artinya para nelayan tidak lagi bernafsu menangkap ikan sebanyak mungkin. Tetapi lebih memikirkan keberlangsungan usahanya untuk masa depan generasi yang akan datang. Dengan kata lain, mereka telah menerapkan prisnsip-prinsip pengelolaan sumberdaya alam secara bertanggung jawab dengan memperhitungkan kapasitas lingkungan. ( *)

Sumber: www.luwutimurkab.go.id

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons